Pages

Jumat, 12 Februari 2010

PRILAKU DARI SEORANG ALAY

Karena mungkin sudah perkembangan zaman yang terus meningkat sehingga prilaku dan karakter manusia kian berubah.Bagaimana tidak,kita bisa lihat secara gamblang prilaku manusia saat ini terutama yang mengaku kaula muda.Mereka mulai berpenampilan aneh yang menurutnya sudah menjadi trend untuk bangsa ini.Mulai dari pakaian,sikap bahkan sampai pada tata kehidupannya pun sudah benar – benar berubah.Menganggap harus mengikuti orang barat dalam berpenampilan sebutlah saja prilaku ini adalah Alay.berikut ini pengertian dari beberapa pendapat mengenai alay :
Koentjara Ningrat:
"Alay adalah gejala yang dialami pemuda-pemudi Indonesia, yang ingin diakui statusnya diantara teman-temannya. Gejala ini akan mengubah gaya tulisan, dan gaya berpakain, sekaligus meningkatkankenarsisan, yang cukup mengganggu masyarakat dunia maya (baca: Pengguna internet sejati, kayak blogger dan kaskuser). Diharapkan Sifat ini segera hilang, jika tidak akan mengganggu masyarakat sekitar"
Selo Soemaridjan:
"Alay adalah perilaku remaja Indonesia, yang membuat dirinya merasa keren, cantik, hebat diantara yang lain. Hal ini bertentangan dengan sifat Rakyat Indonesia yang sopan, santun, dan ramah. Faktor yang menyebabkan bisa melalui media TV (sinetron), dan musisi dengan dandanan seperti itu”
Ciri – cirri dari prilaku Alay :
a)Biasanya selalu memakai tulisan atau teks besar kecil –besar kecil terutama pada saat SMS seseorang melalui ponsel.
b)Suka bergaya kebarat – baratan tetapi bila ditanya ia akan asal mulanya tidak tahu.
c)Ketika berSMS dengan temannya ia akan menyisipkan kata – kata aneh yang tak sesuai dengan B.Indonesia,contoh : "aQuWh, maNi3eZz,Dll."
d)Badan terlihat kurus kerempeng dan selalu memegang rambut tetapi bergaya seperti orang yang terkenal di muka umum.
e)Beraninya disaat bersamaan bila membuat ulah,tidak berani melakukan sendiri.
f)Berprilaku seperti tak biasanya,sok imut,sok kaya,sok camtik,sok keren dan lain

Itulah sebagian bererapa hal tentang alay yag mungkin kita sering melihatnya dipinggir – pinggiran jalan.Atau biasa berpangkal di tempat yang terlihat ramai,seperti station,terminal dan lain sebagainya.

KEDISIPLINAN (PART 3)

Hidup yang diiringi prilaku disiplin adalah merupakan produk sosialisasi hasil interaksi dengan lingkungannya,terutama lingkungan social.Karena itu,pembentukan sifat disiplin tunduk pada kaidah – kaida proses pembelajaran.hidup berdisiplin menjadikan karakter yang penuh dengan kesemangatan idup yang teramat luar biasa.Selain itu disiplin masih menjadi musuh bagi bangsa ini,yang pertama – tama bisa kita usahakan bersama – sama demi bangsa ini adalah belajar bersahabat dengan berdisiplin dalam kehidupan.Setelah akrab,kita bisa mencintai disiplin dan menghayatinya sampai akhirnya menjadi akhlak kita bersama.Karena kita semua tahu,disiplin adalah salah satu syarat kemajuan zaman dan kejayaan sebuah bangsa.Terutama bagi bangsa yang kita cintai ini.
Maka,menjadi suatu keharusan bagi manusia yang ingin meningkatkan akhlaknya senantiasa pula meningkatkan sifat kedisiplinanya.Pada zaman ini,sifat disiplin yang sejak dahulu telah tertanam bagi bangsi kita ini semakin lama semakin pudar.Entah karena apa ? yang pasti kedisiplinan itu harus ditanamkan oleh kita sejak dini.Bukan hanya para karyawan saja yang menerapkan sifat disiplin.Mungin memang terlalu berat bagi seorang pemula yang ingin menerapkan sifat disiplin dalam hidupnya bila tak dibiasakan.Dikarenakan watak karakter bangsa Indonesia itu sendiri sangat rentan sekali dengan hidup sembrono atau tak disiplin.Semua itu bisa dilakukan dengan meningkatkan suatu upaya untuk lebih memanfaatkan waktu dan keadaan dengan semaksimal mungkin.
Disiplin memang terasa berat bila kita tak mncobanya dalam kehidupan sehari – hari.Maka dari itu dari sekaranglah kita bisa bersikap disiplin.Sifat disiplin yang merupakan peningkatan akhlakul karimah.Juga peningkatan karakter kita didepan umum dalam bersikap.Apakah hdup ini diselimuti untuk berdisiplin ataukah sebaliknya tak disiplin.Ini hanya sebagai motivator bagi kita,mungkin lebih utama untuk para karyawan senantiasa meningkatkan mutu kinerjanya guna memperoleh kinerja yang maksimal.Terlebih sifat disiplin sudah menjadi ketentuan untuk sebuah perusahaan ternama.
Tak ada alasan bagi kita untuk hidup tak berdisiplin karena memang sudah menjadi keharusan.Bukan hanya ucapan belaka yang acapkali terlupakan.senantiasa hidup ini ditingkatkan hidup disiplin agar hidup ini bisa lebih bermakna dan menammbah kualitas akhlak kita dihadapan masyarakat.Jadilah pribadi karakter yang lebih meningkatkan hidup berdisiplin.






Referensi : Koran SINDO dan Thinking private

KEDISIPLINAN (PART 2)

Hidup yang tak teratur ,tentu menjadi dambaan bagi umat manusia agar hidup menjadi lebih terarah.Dengan hidup berdisiplin kita akan merasakan teraturnya hidup.begitu pun yang seharusnya dirasakan oleh para karyawan dalam perusahaan.Dalam kalangan pakar ada dua pendapat yang terjadi disiplin kepada para kayrawan yaitu :

a) Terdapat perkataan bahwa disiplin itu harus muncul dari dalam diri sendiri.Serupa dengan pendapat dari Prijo darminto dalam halnya mengatakan bahwa disiplin harus muncul dari dalam diri sendiri.disiplin yang muncul dari dalam sendiri akan menciptakan kesadaran dan kepatuhan yang alami.
b) Disiplin dibentuk karena pengaruh dari luar.Dengan kata lain,maka disiplin itu adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses prilaku,melalui pelajaran,kesetiaan,hormat pada ketentuan atau peraturan dan norma yang telah berlaku

Dari ungkapan diatas,para karyawan harus menerapkan sifat disiplinya mulai dari dirinya sendiri.Karena prilaku yang didahului oleh perbuatannya sendiri akan menimbulkan karakter yang trus menerus dilakukan.Selain itu,prilaku hidup yang disip[lin dipengaruhi oleh adalnya pengaruh dari luar.Artinya suatu karakter disiplin itu akan tumbuh bila ia merasakan bahwa lingkungan luarnya menerapkan sifat disiplin.Hidup yang disiplin akan menumbuhkan pribadi fitrah manusia yang perlu dikembangkan dengan pola pembelajaran.Atau dengan kata lai,belajar dan pembelajaran adalah sebuah proses aktualisasi nilai – nilai hidup disiplin pada diri seseorang sehingga mampu mengembangkan dirinya sendiri kearah hidup yang sesuai dengan fitrah kemanusiaan.Selain itu disiplin dikembangkan dalam tiga tahap yaitu :

a.Stimulasi yaitu suatu proses pembelajaran eksternal.Karyawan dilatih dan dikembangkan untuk senantiasa hidup berdisiplin.
b.Internalisasi yaitu proses yang bertujuan untuk meningkatkan pembinaan keinsanian sehingga nilai nilai disiplin itu menjadi bagian dari prilaku hidupnya sendiri.
c.Aktulisasi yaitu suatu pengembangan kedisiplinan sebagai kekuatan mental untuk meraih tujuan dan cita – cita kehidupannya,baik itu secara individual maupun organisasional.

Jadi,karakter disiplin yang tertanam dalam diri para karyawan itu perlu ditumbuhkan guna untuk meningkatkan performa kinerjanya.Disebabkan sifat disiplin ini berkaitan yang sangan erat denganbagaimana para karyawan ini melakukan aktifitasnya didalam kehidupan sehari – hari.


Referensi : Koran SINDO dan Thinking private

KEDISIPLINAN ( PART 1)

Kedisiplinan mungkin seharusnya bisa menjadi kebiasaan bagi kita.Dikarenakan dengan hidup bersiplin,hidup akan terasa terasa ringan untuk dijalani.Namun disiplin acapkali diartikan secara negative.Bagi sebagian orang disiplindipandang sebagai suatu hukuman.dalam sebuah organisasi contohnya.Suatu perusahaan biasanya menegurkan “perlu didisiplinkan”dimaknai sebagai tindakan tegas yang tak lain adalah sebuah hukuman.
Dengan kata lain didalam sutu perusahaan rasa hidup berdisiplin sungguh sangat ditekankan.Karenan demi menjunjung tinggi nilai peraturan yang ada. Para ilmuan yang mengemukakan pengembangan kedisiplinan kerja para karyawan dalam suatu perusahaan.Menurut paul heresy,keneth blanchard dan dewey f Johnson dalam manajemen of organizational behavior.memang merupakan salah satu masalah yang cukup sulit dihadapi oleh seorang pemimpin dalam mengembangkan kinerja pegawai.Salah satu penyebabnya yaitu :disiplin sering dipandang sebagai suatu yang negatif atau sebagai sebuah hukuman.Padahal,disiplin memiliki makna yang positif,khususnya jika ditelaah dari makna asal kata disiplin tersebut.Disiplin berasal dari kata disciple yang memulki arti learner.Dengan landasan seperti inilah,mereka menyebutnya dengan istilahconstructive discipline yang berbeda dengan disiplin sebagai sebuah hukuman.berikut pula yang dikemukakan pula soegeng prijodarminto dalam bukunya “ Disiplin kita menuju sukses”.menurutnya :”suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk melalui proses serangkaian prilaku yang menunjukan nilai – nilai ketaatan,kepatuhan,kesetiaan,keteraturan,atau ketertiban.Karena sudah menyatu dengan dirinya,sikap atau sama sekali tidak dirasakan sebagai beban,bahkan sebaliknya akan membebani dirinya bilamana ia berbuat tidak sebagaimana lazimnya”.selain itu seorang ulama besar dari mesir yang bernama Prof Dr Syaikh Ali Abdul Halim Mahmud.Menurutnya displin atau dalam bahasa arabnya disebut indibath aladah “mewujudkan pelaksanaan atas tuntutan tugas tau mengendalikan suatu relitas atas tuntunan terjadinya sesuatu yang bersifat syar’i atau da’awi.
Jadi,kedisiplinan dlam perspektif syar’I (syari’at),artinya diukur berdasarkan kualitas ketaatannya kepada aturan yang berlaku dilingkungannya sendiri.Jika dilihat dari da’awi (dakwah),kedisiplin ditentukan berdasarkan kualitas keberhasilannya dalam proses pembelajaran atau peningkatan kualitas pribadi dan social setiap anggotanya dalam berorganisasi.Begitupun menurut syaikh ali abdul halim mahmud,disiplin adalah suatu kualitas ibadah.Dengan kata lain.dengan kita meningkatkan sifat berdisiplin.Maka,bahwasannya suatu sifat kedisiplinan itu merupakan suatu amal ibadah juga jika dijalani dengan hati yang lapang.
Di dalam suatu perusahaan,para karyawan yang melakukan pekerjaan dengan cara berdisiplin.Ia akan mendapatkan amal ibadah yang setimpal yang diberikan oleh sang pencipta.Karena sifat disiplin merupakan salah satu amal ibadah juga.Dngan kata lain tak ada kata untuk bisa mengelak hidup tak berdisplin terutama disiplin dalam pekerjaan.



Referensi : Koran SINDO dan pemikiran sendiri

TIPE UMUR DALAM MENGHADAPI UJIAN HIDUP

Hidup ini adalah panggung sandiwara yang seakan – akan permainan belaka saja.Kehidupan yang kita arungi ini penuh dengan ujian dan tantangan.Berbagai kesulitan pun akan dihadapi oleh kita semua sebagai makhluk sang pencipta.Tergantung dari dalam diri kita itu semua menghadapi ujian,apakah kita sabar ataukah tidak.ujian dan tantangan itupun dijalani oleh seorang manusia tergantung dari tingkatan umurnya.Seperti misalnya bila seorang pelajar SD maka ia akan diuji berupa ulangan umum oleh gurunya,pasti akan sesuai dengan kemampuannya mengerjakan ujian.Tak mungkin si guru memberikan ujiannya berupa ujian pelajar SMP atau SMA.Karena tak sepadan dengan logika dan kemampuan si pelajar SD dalam menjalani ujlangan umum atau ujian itu.Maka dapat disimpulkan ujian yang sang pencipta berikan kepada manusia tergantung pada umur dan kemampuan manusia tersebut dalam menghadapi ujian.Berikut ini terdapat beberapa tipe umur dalam menghadapi ujian dan tantangan dalam mengarungi kehidupan ini :

1) Umur Perkenalan internal artinya seseorang ini baru mengenal kehidupan dunia atau baru lahir kedunia yang disebut dengan bayi.Ia akan di uji setelah ia mendapatkan pengetahuan dari perkenalan internalnya (keluarga).Sebenarnya ini belumlah sebuah ujian tetapi hanya perkenalan awal saja sebelum di uji.perkenalan internal atau perkenalan keluarga sendiri itu terdiri dari bapak atau pun ibu.Umur ini biasanya terdiri dari 1- 6 tahun.
2) Umur perkenalan eksternal artinya seseorang telah mengenal perkenalan luar selain dari anggota keluarganya sendiri.Perkenalan ini terdiri dari tetangga - tetangga,sanak saudara dan orang – orang disekitar rumah baik itu jauh ataupun dekat.Maka seseorang akan diuji dengan perkenalan eksternal ini karena sudah mengetahui bahwa ia telah bergaul atau berkomunikasi dengan alam luar rumah yang beragam karakter.Biasanya umur ini terdiri dari 7 – 15 tahun.
3) Umur pendewasaan internal artinya seseorang telah menghadapi ujian berupa pendewasaan hidup dalam arti dewasa secara internal.Yaitu dewasa dalam memecahkan ujian permasalahan dalam lingkungan keluarganya sendiri baik itu hubungan ia dengan bapak atau ibu yang mengakibatkan konflik karena perselisihan paham.Disinilah ujian itu datang bagaimana seseorang itu bersikap dalam memecahkan permasalahan hidup secara dewasa internal.Biasanya umur ini terdiri dari 17 – 25 tahun.
4) Umur pendewasaan eksternal artinya dimana seseorang harus di uji untuk menyelesaikan permasalahan orang lain,bukan lagi keluarganya sendiri.Dimana ia harus memikirkan,merenungkan dan menyelesaikan permasalahan orang yang curhat pada dirinya sendiri.Biasanya umur ini terdiri dari 26 ± 70 tahun.

Teman sejati & Teman biasa

Tiada kata yang bisa diungkapkan ketika seseorang dalam mengalami kegundahan.Melainkan untuk curhat kepada teman sejawatnya.Begitu pula disaat teman yang penuh dengan kebimbangan tak ada yang menemani,maka yang paling berkesan adalah teman untuk saling berbagi di saat kesepian.Penuh dengan kekhawatiran bila teman yang sudah akrab mengalami tantangan dalam hidupnya.Serasa hidup ini sepenanggungan dengan teman yang memang sudah terasa dekat dengan kita.Seakan – akan teman adalah suatu kondisi yang amat penting bagi kita dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan tantangan ini.Ungkapan – ungkapan itulah yang mungkin bisa memberikan motivasi bagi kita sebagai makhluk sosial untuk senanantiasa lebih memperbanyak pertemanan daripada permusuhan.Namun,teman seperti apakah yang memang bisa menjadi andalan kita dalam mengarungi kehidupan ini?.Tentu saja jawabannya ada pada diri kita sendiri,karena kitalah yang bisa menentukan mana teman yang baik dan mana teman yang buruk.Meskipun demikian,mencari teman sejati tak semudah dengan mencari teman biasa.Teman biasa yang mencari kehidupan dunia bisa kita cari dimana saja kita berada.Akan tetapi,teman yang mencari kehidupan akhirat mungkin bisa sebaliknya.Alangkah sulitnya kita temukan teman yang mencari kehidupan akhirat.Yang bisa mengingatkan kita disaat kita lupa pada sang pencipta,lupa akan kehidupan akhirat,lupa akan kewajiban kita pada sang pencipta,lupa bahwa kita sering berbuat maksiat.Maka,pandai – pandailah wahai teman – teman seperjuanganku dalam mencari pertemanan sejati dan pertemanan biasa dalam menjalani kehidupan ini.Agar kita tak menyesal di dunia & akhirat kelak…

KEJUJURAN (PART 4)

Beberapa hari ini telah banyak yang mengabarkan kabar betapa sulitnya untuk mencari sebuah kejujuran.Arti dari sebuah kejujuran yang dianggap sebagai mahkota dari prilaku manusia,kini hanya menjadi sebuah kiasan saja.Tak ada artinya lagi orang yang dianggap benar – benar jujur dalam kehidupannya,ternyata dibalik itu semua hanya kebohongan belaka.Ungkap saja para pejabat – pejabat tinggi yang telah menduduki kekuasaannya untuk kepentingan rakyat.Ia mengaku akan bersikap jujur dalam mengembankan amanat rakyatnya.Tetapi,ternyata yang menjadi realita saat ini hanyalah omong kosong belaka.Tipuan untuk menghibur rakyat yang ia harapkan kini menjadi kenyataan setelah ia menjadi pejabat tinggi yaitu membohong – bohongi rakyat yang dianggapnya hanya rakyat biasa saja.Semua itu telah terjadi setelah mereka gembira dengan kekayaannya.Harta yang telah melimpah ruah,meliputi berbagai macam property yang dimilikinya.Seakan – akan mereka bisa menjadi pejabat tanpa bantuan dari rakyatnya untuk memilihnya menjadi penguasa.Setelah merasa berkuasa karena merasa memiliki segala hal berupa kemewahan,maka tak ayal ujian pun datang menimpanya yaitu gila harta yang berupa korupsi .Dari sisi itulah kejujuran yang seharusnya menjadi modal utama untuk mencari sebuah kebenaran berkenaan pengambilan uang rakyat.Akan tetapi kita lihat saja bentuk nyata yang telah dilakukan PANSUS dalam mengungkap kejujuran dari pejabat yang mengambil uang rakyat ternyata sulit untuk diungkapkan hingga saat ini.Kini,itu semua tergantung dari para pejabatnya itu sendiri apakah ingin menjadi para pejabat yang jujur dari korupsi atau tidak.semoga ini semua bisa menjadi pelajaran untuk kita semua untuk lebih mementingkan arti dari sebuah kejujuran.Bukan menjadi para koruptor yang jelas – jelas telah mengambil uang rakyat malah mengelak untuk bersikap bohong atau tidak jujur.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More